Tentang misteri sosok wanita di obor api Monas.
Wanita?
Di obor api Monas?
Jadi kemarin malam kakak sepupu gue ngajakin ke Monas.
"De, ke Monas yuk."
"Ngapain malem-malem gini ke Monas?"
"Ada yang pengen aku tunjukin."
"Males ah."
"Kamu pernah naik ke lantai paling atas Monas nggak?"
"Pernah."
"Kan ada cewek di obor api-nya."
"Hah?"
"Jadi tuh sebenernya itu bukan obor api, tapi bentuk badan cewek. Kalo kata aku sih Noni Belanda."
"Lah? Baru tau."
"Emang sedikit yang tau, aku juga baru tau."
"Kok Noni Belanda? Gila horor." Awalnya gue bingung. Nggak percaya. Ya iyalah, sejak kapan obor api Monas adalah bentuk badan cewek? Tambah bingung lagi kenapa ceweknya itu Noni Belanda? Ngomongin Noni Belanda gue jadi inget salah satu shocking scene di Insidious, makanya gue bilang horor.
"Nggak horor. Aku pernah diajak cowokku ke Monas buat ngeliat, trus sumpah, aku bener-bener ngeliat ada bentuk badan cewek di situ. Tau baju yang biasa dipake Noni Belanda, kan? Berenda gitu di kerahnya trus bagian bawahnya lebar. Bayangin dia lagi duduk. Trus bandingin sama relief di obor api Monas. Mirip. Keliatan jelas kalo malem-malem."
"Mirip apanya? Obor api Monas miripnya sama es krim."
"Tapi serius kalo diperhatiin emang ada sosok ceweknya."
"Masa sih? Kok bisa Noni Belanda? Apa hubungannya coba?"
"Nggak tau juga sih Noni Belanda atau bukan. Allahualam. Kalo mau liat yang jelas banget tuh dari Istana Negara."
"Bisa aja Nyi Roro Kidul. Kemistisannya nyampe ke Monas."
"Dih, ngaco."
"Kakak tau dari mana?"
"Dari temen. Kebanyakan nggak percaya, takutnya jadi mitos. Tadinya aku juga nggak percaya, tapi begitu liat langsung ternyata emang ada."
Gue coba browsing di internet. Here we go...
“Apa yang ada diatas Tugu Monas? Gambar apa yang terlihat dari lidah api di atas Monas itu?”
Relief
sejarah Indonesia di Taman Monas, Jakarta. Terlihat sosok Mahapatih
Gadjah Mada berada dibarisan terdepan. Gadjah Mada memperingatkan
kerajaan diluar kepulauan Nusantara agar tidak menyerang wilayah
Nusantara setelah mereka berikrar untuk bersatu menjadi wilayah
kepulauan terbesar di dunia.
"Sosok perempuan sedang duduk simpuh
dengan gerai rambutnya yang panjang. Rambut atasnya disimpul seperti
sanggul kecil. Duduk menghadap langsung ke Istana Negara."
Patung lidah api terbalut emas itu menggambarkan seorang perempuan. Ternyata bukan gambar abstrak lidah api semata.
Terlihat dari sisi sebelah kiri Monas di Jalan Medan Merdeka Barat sebelah utara, dekat dengan Istana Presiden.
Patung bersosok perempuan itu sengaja
dibuat dengan sebaik-baiknya agar orang yang melihatnya tidak
mengetahuinya secara langsung, begitu hebatnya Bung Karno sebagai
penggagas dan juga sang arsitek yang membuatnya.
Jika
peradaban manusia mungkin bisa punah, maka paling tidak Indonesia sudah
punya peninggalan berupa warisan para pemahat ulung di zaman moderen,
pembuatan tahun 2000-an ini. Salah satunya ialah patung penari cantik di
Monas, Dewi Pertiwi. Ukiran dan pahatannya sangat halus dan detail.
(sources: wikipedia)
Presiden Soekarno juga sudah mengetahui
sosok patung “tak terlihat” ini. Sosok perempuan itu sangat akurat
mengarah ke Istana Presiden.
Jadi, disaat kita berada di halaman Istana Presiden, patung tersebut paling mudah untuk dikenali.
Sedangkan dari sisi lainnya akan susah
untuk dikenali, apalagi jika anda ada di daerah Medan Merdeka Selatan,
takkan terlihat – karena Anda hanya melihat punggungnya.
Apa tujuan pembuatan lidah api sebagai
simbol semangat yang membara dengan sosok perempuan tersebut? Tiada
orang yang tahu persis.
Beberapa orang hanya beranggapan bahwa sosok itu dibuat karena Presiden Soekarno sangat menghormati perempuan.
Atau mungkin juga sang arsitek sengaja
membuatnya agar setiap Presiden Indonesia bisa melihat sang “Ratu” atau
“Puteri” atau “Dewi” ini ke arah nyala obor diatas monas.
Perancang
relief ini mungkin juga bermaksud agar sang wanita layaknya
menyemangati pekerjaan berat yang sedang diemban sang Presiden.
Agar presiden tetap terpacu, tidak
melunturkan tekadnya, tak mudah menyerah dan semangatnya tetap menyala
untuk memakmurkan rakyatnya dan membangun negeri yang besar ini.
Atau bisa jadi juga bermaksud agar setiap
Presiden Indonesia merasa akan diawasi oleh sang sosok wanita itu
sebagai layaknya Ibu kita, Ibu Negeri, “Ibu Pertiwi”.
Apapun alasannya tapi masalah misteri api obor ini masih merupakan suatu misteri.
Hingga kini, banyak kontroversi mengenai
siapa sosok itu. Sosok perempuan misterius ini tidak mungkin dibuat
“tanpa nama” alias asal berwujud saja.
Apapun kontroversi dan konspirasi tentang
masalah ini, namun yang jelas relief sosok perempuan yang terwujud di
api obor bagian atas Monas yang berlapis emas tersebut bukanlah isapan
jempol.
Untuk bapak-bapak kita atau orang tua yang berusia 60 tahun keatas, sebagian besar juga pernah mendengar mitos ini.
Namun jangan tak percaya, karena anda juga dapat melihatnya dengan mata kepala sendiri.
Jangan lupa jika sedang berada di sekitar
Istana Negara, pandanglah ke arah Monas pada relief kobaran apinya.
Pandangan terbaik untuk melihat sosok wanita ini adalah jika anda berada di bagian utara tugu ini.
Antara
Monas dan Istana Presiden, jika ditarik garis lurus maka akan menjadi
garis pandangan terbaik untuk melihat sosok wanita ini, karena sosok
wanita tersebut duduk simpuh dan menghadap langsung ke Istana Presiden.
(courtesy: Wikimapia & Googlemap)
Dan hebatnya, jika anda melihatnya secara
jarak dekat – misal memakai teropong, relief sosok wanita tersebut
justru menjadi semakin tidak jelas dan semakin tak terlihat bahkan
lenyap. Hanya terlihat relief api obor?!
Relief tersebut tak terlihat karena sosok
tersebut hanya dapat dilihat dari kejauhan, karena jika dari jarak
dekat, yang terlihat hanyalah relief ukiran api obor yang berbentuk
abstrak.
Sudut pengelihatan terbaik adalah jika
anda berdiri segaris lurus antara Tugu Monas dan Istana Presiden yang
berada di jalan Merdeka Utara.
Begitu misteriusnya sosok wanita ini
bahkan hingga konspirasinya sampai ke arah dunia mistis. Karena bisa
jadi sosok itu adalah sosok relief dari Ratu Pantai Selatan, sang
Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul….
Believe it or not?
Silahkan pergi ke Monas dan lihatlah
dengan mata dan kepala anda sendiri. Terlihatkah oleh Anda, bahwa relief
api obor tersebut seperti sosok patung seorang wanita sedang duduk
simpuh diatas Monas…???
Hal pertama yang terlintas di pikiran gue adalah gue masih belum nemu relief cewek di gambar itu. Mungkin harus observasi langsung. Dan yang kedua itu bukan Noni Belanda. Mungkin kakak sepupu gue masih kena efek dari nonton Insidious sampe-sampe semua yang diliatnya itu Noni Belanda.
Gue sendiri antara percaya dan nggak percaya. Bisa aja relief wanita di obor api Monas itu emang beneran ada dan sengaja dibuat untuk maksud tertentu. Atau bisa aja itu cuma tangkapan mata orang-orang dari sisi tertentu yang kebetulan mirip seorang wanita dan kemudian disimpulkan demikian. Apakah itu Ratu Pantai Selatan? Atau Ibu Pertiwi? Yah, anything is possible. Cuma orang-orang yang bersangkutan dan Tuhan yang tahu kebenarannya.
Memang selalu ada alasan di balik setiap karya.
Alasan tersembunyi.





