Monday, 19 May 2014

Sad Movies

Belakangan ini gue lagi suka sama film sedih.

Ngikutin suasana hati ya?

Hohoho, nope, gue nggak lagi sedih, cuma nggak tau kenapa gue lagi demen yang mewek-mewek. Dari film yang menyentuh, sedih, bikin nyesek, bikin berkaca-kaca, bikin nangis, sampe ke yang bikin sebel gara-gara WOY KEJER NIH GUE UDAHAN ELAH (gue nggak sensitif emang filmnya sedih, kambing!!!)

(plis deh padahal gue cewek strong)

Bleh.

Gue suka film yang berhasil gets me into that shitty feelings, bikin chaotic storm of emotion, punya twist tak terduga. Dan menurut gue film yang berhasil adalah film yang bisa mengaduk-ngaduk emosi dan bikin penontonnya merasakan apa yang ingin film itu sampaikan. Movies are all about bringing out our emotions. If a movie is powerful enough to make you cry, then it has done its job.

Below are some of those movies that succeeded on making me sad, or even shed some tears yang gue inget. (may contain spoilers, sorry :D)


3 Idiots. Yap, the highest grossing Bollywood movie of all time. Gue nangis pas si Raju coba bunuh diri trus Rancho dan si siapa-gue-lupa nunjukin betapa pengennya mereka liat Raju sembuh. Film ini menyediakan banyak hal yang bisa dipetik, terutama lewat kisah persahabatan. 


Laskar Pelangi, wuih, salah satu film Indonesia terkeren & terfavorit, sama kayak novelnya (tapi tetep yang ori bikinan tangan penciptanya yang lebih keren). Paling sedih pas scene Lintang tapi gue lupa yang mana huehuehue.


The Notebook. Filmnya Aa' Ryan Gosling (huahua ganteng banget pas no brewok) dan Rachel McAdams. Gue selalu suka film yang ada Rachel-nya karena THE WAY SHE ACTS IS JUST AMAZING, walau baru nonton Mean Girls, The Notebook, sama The Vow (EEY INI JUGA SEDIH!) (kapan2 mau nonton About Time). Intinya ini salah satu film romance terkeren (diadaptasi dari novelnya Nicholas Sparks gitu lho). Pengen deh punya cowok yang setianya kayak Noah. Ada kagak sih?


Dear John. Baru nonton beberapa jam lalu. Nicholas Sparks juga nih! Ada Aa' Channing Tatum (bikin semangat nonton) dan Atikah Seyfried... eh, Amanda. Gue netes pas John bacain surat buat ayahnya. Ada beberapa scene John dan Savannah yang bikin sedih jugak...


A Crazy Little Thing Called Love. Oh guyz, saya akui, film Thailand emang banyak yang keren (horornya apalagi, meeen!), dan ini film Thai favorit gue. Ada Aa' Mario Maurer dan Baifern Pimchanok. Sepanjang nonton, ketampanannya Maurer menghipnotis gue banget. Udah berkali-kali nonton ini tapi masih netes. Jalan ceritanya simple tapi mampu menyentuh yang nonton. Pokok'e top.


You Are the Apple of My Eye. Film Taiwan nih, si Ko Teng (mengingatkan gue akan sekoteng) sama Chia Yi. Sumpah endingnya sedih parah, nggak nyangka bakal berakhir begitu. Tapi lucu juga kisah cintanya, bikin greget. Btw banyak scene yang mempertontonkan kesehariannya si Ko Teng yang gue skip-in gara-gara jijik. (yang udah nonton pasti tau)


The Book Thief. Ini film bagus banget (harus baca novelnya yang luar biasa bagus), tentang seorang gadis yang hidup dalam tekanan pas zaman PD 2, yang melibatkan Nazi Jerman dan Hitler. Banyak yang bisa dipetik dari film ini. Gue suka banget sama kata-katanya Markus Zusak, sang pengarang, salah satunya: "I have hated words and I have loved them, and I hope I have made them right." Abis nonton ini, dorongan untuk menulis langsung ke-increase. :"")


The Pursuit of Happyness. Kalo soal film yang dibintangi Will Smith mah nggak usah ditanya lagi ya. Apalagi ini film disadur dari kisah nyata, yang mengisahkan tentang seorang ayah, Chris Gardner, dan anaknya yang menempuh pahit getirnya kehidupan sampai akhirnya bisa hidup berkecukupan. Keren dan memotivasi. Pas mereka bener-bener broke trus berjuang mati-matian buat bangkit dari titik keterpurukan hidup tuh bikin gue berkaca-kaca.


Grave of the Fireflies. Gue masih nggak percaya gue kejer nonton ini, bwakakak. Film-filmnya Studio Ghibli emang bagus and the world knows lah ya, beberapa yang udah gue tonton itu Spirited Away (gila ini imajinatif parah, sedih juga), My Neighbor Totoro, sama ini. Sedih banget, tentang kakak beradik yang berjuang buat hidup pas PD 2 (serius film-film perjuangan top abis :')). (btw ini spoiler parah bwakakak >>>) Pas adiknya, Setsuko, udah kena penyakit kulit trus kelaparan, kakaknya, Seita, sampe nyolong buah-buahan orang, ketauan, dipukulin abis-abisan... lalu Seita nangis sambil meluk adiknya yang udah nungguin dia pulang dari kantor polisi dan zing gue nangis. Saking kelaparannya, Seita sampe mungut sisa serutan es yang jatoh dari balok es yang dibawa orang, abis itu disuapin ke mulut adiknya zing gue nangis. Ayah ibunya udah meninggal, mereka tinggal berdua di samping danau yang nggak layak buat dijadikan hunian zing gue nangis. Trus pas Setsuko main-main sendirian di pinggir danau saat kakaknya lagi cari makan, pas Setsuko nggak kuat bertahan, pas Setsuko... anjhas endingnya huhuhu duh nih film bikin gue merasa cengeng banget.

...bah panjang amat ya, hahah :P because it's the most powerful tear-jerking anime I've ever watched.


5 Cm(s)/Second. Anime juga nih. Sedih, tentang dua insan yang LDR-an gitu. Cowoknya ganteng, heheh. Perjuangan mereka buat mewujudkan keinginan untuk meet up, walaupun halangan menghadang dari sana-sini patut dicontoh pasangan yang lagi LDR-an.


Wedding Dress. Film Korea, tentang anak dan ibu gitu. Siapa yang nggak tersentuh kalo udah nyangkut soal ibu. Udah lama gue nonton itu, tapi masih kerasa sedihnya.


UpTheir love story... hm, siapa yang nggak terharu.


Toy Story 3. Endingnya bikin netesh. Please... gue udah nonton berkali-kali masih aja netes pas scene Andy berpisah sama mainan-mainannya.


One Litre of Tears. Film Jepang. Based on true story, udah terkenal sedihnya, tentang si Aya (Erika Sawajiri) yang kena penyakit yang nggak bisa disembuhkan.


Hachiko: A Dog's Story. Gimana bisa gue lupa sama film ini duh hahah ini film udah gue tonton lama banget. Dulu gue nontonnya bareng sama keluarga terus pada heboh nangis dan sesenggukan hahahahahahah sedih nyet (T_T)



Hello Ghost. Gue baru nonton nih. Salah satu film dengan twist ending dari Korea. Awal-awalnya sih kocak, ketawa garing deh gue, tapi begitu memasuki 15 menit terakhir film... damn, nangis. Hidung langsung mampet sama ingus (mana pas nonton bapak gue masuk kamar, dikira kenapa-napa...). Nggak nyangka sumpah. Btw kerenlah sutradaranya, ngasih twist di film komedi yang tergolong ringan dan berhasil.


Miracle in Cell No. 7. Have I told you that I rarely watch Korean movies? Gue nggak terlalu suka film Korea, baru nonton beberapa yang sering direkomendasiin and yes, those are aforementioned. Banyak yang ngerekomendasiin Miracle in Cell No. 7 karena katanya sedih banget dan kalo ada yang nggak nangis berarti hatinya sekeras batu hahah. Gue penasaran jadi gue download. Jadi film ini mengisahkan tentang hubungan ayah-anak di mana ayahnya menderita keterbelakangan mental (mirip2 I Am Sam tapi beda jalan cerita. OH IYA INI FILM JUGA SEDIH PARAH) dan harus dijebloskan ke penjara karena kesalahan yang tidak pernah dilakukannya. Awal-awalnya udah sedih sih, akting para pemainnya terlihat natural dan nggak butuh waktu lama buat gue untuk ikut hanyut dalam film ini. And I cried. A lot. Gue sampai menekankan ke diri sendiri, 'Ini cuma film woy' tapi air mata gue nggak berhenti ngalir. Rasanya gue pengen meluk ayah gue habis nonton film ini. Tapi gengsi. :P


(500) Days of Summer. Sedih woy friendzoned parah. Pasti udah pada nonton, kan? Ada yang senasib? Inget ya, there's no such thing as love, it's fantasy. :P

Kayaknya postingan ini bakal terus direvisi seiring dengan bertambahnya film sedih yang gue tonton, huhahuha. Anaknya emang demen yang ngaduk2 emosi sih, maklumin ya. Kalo ada rekomen film sedih (& bikin nangis juga), tell me. :B

Yeah, because the best sad movies are ones that make you a fellow sad-sack, right?

Friday, 9 May 2014

UN selesai!

...and I will not miss you.

HAHAH, MASYA ALLAH, JARI SAYA SUDAH MENUNGGU LAMA SEKALI UNTUK KEMBALI MENARI-NARI DI ATAS KEYBOARD. HAHAHA.

UN UDAH SELESAI, COY.

ABIS.

Udah nggak ada pelajaran lagi, udah nggak ada jam nol, udah nggak ada belajar belajar belajar terus non stop, udah nggak ada deg-degan lagi karena mau menghadapi UN.

Ibaratnya gue punya sebuah buku yang mengisahkan kehidupan gue di SMP dengan tebal halaman 200, dan sekarang gue lagi ada di halaman 198. Letakkan pena, istirahat sebentar, gue bakalan kembali menorehkan kisah gue di halaman selanjutnya kalo 14 Juni 2014 udah tiba. Pengumuman kelulusan. Semoga aja halaman itu bakal terisi dengan harapan-harapan gue yang telah terwujud. :')

Aduh, gue jadi bingung mesti memulai dari mana. Haha, pokoknya rasanya plong abis karena UN udah selesai (meski harus digantung selama 30 hari lebih--menunggu kepastian). Walaupun agak aneh juga sih, melalui hari tanpa megang buku lagi dan belajar lebih ekstra dari biasanya. Tanpa Detik-detik dan buku-buku lainnya di genggaman, juga hafalan-hafalan rumus di kepala yang bikin pening... OH I COULDN'T BE HAPPIER.

Eh, I could deng. Kalo ntar NEM gue 40.

AAAMIIIINNN. (walau gue tau nggak bakal nyentuh 40 jikalau nggak ada yang namanya mukjizat)

Hiks, kalo flashback dan mengingat 4 hari silam, gue agak nyesek sih. Bahasa Indonesia soalnya kategori lumayanlah, nggak terlalu susah, eh, malah ada insiden soal yang kepisah-pisah. Soal bersampul, soal nggak bersampul, soal bernomor ganda, soal yang nggak ada nomor 13 dan 38-nya. Fatalnya se-Indonesia begitu untung nggak sekolah gue aja.  Pas udah masuk ruangan, gue udah dzikir dan baca-baca dalam hati, udah lumayan tenang dan yakin bisa, eh, udah siap pensil di tangan malah sang pengawas bingung dengan sistem soalnya. So pasti gue deg-degan lagi. Gimana kalo soal yang nggak bersampul bukan pasangan yang bersampul? Gimana kalo itu ketuker? Gimana cara pemeriksaannya kalo begitu? Dan berbagai pertanyaan lainnya berkelibat di benak gue. Akhirnya ujian baru dimulai jam setengah 9. Begitu ngerjain soal, alhamdulillah lumayan lancar, walaupun gue sempet panik gara-gara kebagian soal yang nggak ada nomor 13-nya, yang akhirnya disuruh kosongin aja. HIH AWAS AJA KALO GUE DAN TEMAN-TEMAN DIRUGIKAN.

Ternyata e ternyata, belakangan ini gue tau bahwa soal nomor 13 nggak ada gara-gara revisi mendadak mengenai soal Jokowi. Politisasi dalam soal kembali terjadi. Dear Kemendikbud, RIBET BANGET SIH PAKE DIPISAH-PISAH. TERUS KENAPA EMANG KALO ADA JOKOWI-NYA?!

Hari kedua, Matematika. Dari malam sebelum ujian gue udah wanti-wanti diri: pokoknya MTK harus seratus. Nggak mau tau. Dengan berbekal kepercayaan diri, udah deh tuh ngerjain soal. Dari nomor 1 lancar alhamdulillah udah bersyukur dalam hati, eh, tiba-tiba nemu soal panjang banget busyeh soal B. Ind nyasar apa gimana ini? Stuck di situ, yah, ya udeh lewatin dulu. Trus stuck lagi di nomor luas yang diarsir. Ya udeh lewatin dulu. Abis itu periksa, akhirnya dua soal itu terjawab wallahualam huhu semoga bener.

Sepulang sekolah liat di Twitter ada yang bahas soal parasut yang panjang itu. Jawabannya 212, ada di soal PISA. IDIALAH EEQ KUCINK GUE SALAH mak nyesek banget. Terus yang diarsir. Gue tadi udah jawab 9, terus gue hapus jadi 8 gara-gara somehow there is a voice in my head yang berseru: "WOY ITU GANTI AJE JAWABANNYA 8!". EEQ KAMBINK TERNYATA JAWABANNYA 9. Gue tadi udah jawab itu woy udah dibuletin lalu gue hapus. Parah galau seharian karena MTK. Pupus harapan dapet 100. Semoga jawaban yang lainnya bener deh huhu. Emang dasar eeq kucink dan eeq kambink.

Lalu Bahasa Inggris. Alhamdulillah deh harapan gue singgah di sini, rasa galau karena MTK perlahan memudar, walau ada yang ragu, semoga ajalah sesuai harapan aaammiiinn.

IPA. Untung dapet paket yang membawa berkah ya Allah terima kasih walau ada yang ragu juga semoga masih kepala 9.

Fiuh, semoga aja NEM gue nanti bisa mencapai target (tadinya 40 tapi kelewat muluk dan nggak bakalan huhu turunin deh) dan bisa masuk ke SMAN 1 Depok ya Allah aammiiinnn. Kalian yang lagi seneng karena UN udah selesai, semoga dapat hasil yang diharapkan dan masuk ke sekolah yang dituju juga, ya!!

Ya Allah, cepetan tanggal 14 Juni kek, biar gue nggak terus-terusan didera rasa cemas dan takut..... huhu gue merasa udah melakukan yang terbaik tapi kan semuanya ada di tangan Allah. Aaa, tawakal tawakal tawakal. Man jadda wa jada. MAN JADDA WA JADA. Ingat itu. Jadi, yakinlah... yang penting udah usaha maksimal dan jujur... *ngomong depan kaca*

Ah ya, saya baru ingat kata guru saya, tahun ini insya Allah kunci jawaban nggak bakal bocor karena sistem barcode yang diterapkan nggak memungkinkan itu untuk terjadi. Eh, ternyata, emang dasarnya masih banyak orang yang pemikirannya keruh, yang milih enak padahal sama aja narik diri ke neraka, banyak berita mengatakan bahwa di UN 2014 ini, banyak pelajar yang pake kunci dan... cocok. Okelah, memang nggak usah dipertanyakan lagi yang begituan mah, setiap tahun juga pasti ada. Yah, cuma nggak abis pikir aja, mereka nggak merasa berdosa apa karena nantinya bakal mengambil hak orang-orang yang sudah belajar mati-matian?

Ya sudahlah, Allah Maha Adil.

Berhubung 14 Juni masih lama, bersenang-senang dululah biar rasa takut hilang. Banyak planning buat liburaaaaaannnn yeaaay semoga terwujud semua.

Jadi pengen buru-buru
Memasuki lingkungan baru
Kiw kiw nggak sabar pake rok abu-abu

Sebentar lagi bakal melambaikan tangan deh ke SMPN 3 Depok. Huhu, sedih banget. Nanti sayah mau bikin postingan khusus tentang Bento dan kenangan-kenangannya. Harus!

Semoga aja nanti kalo jenguk Bento pake batik Smansa. :')


(btw, halaman ke 200-nya bakal gue tulisin seberapa besar cinta gue sama Bento hwhahwhaweahfdwaduad :p)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...