Sunday, 10 August 2014

MOPD!

Hai, para pembaca *asek*! Gue baru saja melalui MOPD SMA, perasaan senang dan terharu gue lagi anget-angetnya, dan... gue nggak tau harus mulai darimana karena ada banyak sekali hal yang pengen gue ungkapkan.

Karena ada banyak sekali pelajaran berharga yang telah gue dapat.

MOPD yang disuguhin Smansa, berhasil mengubah pandangan gue akan MOPD. Sebelumnya gue berpikir acara seperti MOPD itu meaningless. Apa gunanya? Apa esensinya? Apa manfaat dari, sebut saja, 'ngerjain' adik kelas? 

Apparently I was wrong. Dan, apa yang gue lalui sangatlah berarti. Kenyataannya tidak seperti apa yang gue pikirkan. *tiba-tiba kangen MOPD* *kecuali sama tugas-tugasnya* *nangis*

Pas pengarahan udah diomel-omelin tuh sama kakak kelas. Disebutin tugas-tugas yang mesti dikerjain apa aja, trus tata tertib yang dibacain dengan super cepet kereta api aja kalah. Gue masuk kelas X-1 ATHENA, dengan nama dada APOLLO, yoman berasa keren gitu kebagian nama kelas Athena. Nah, di Athena gue sendirian, ketemu banyak muka baru, dan bisa dibilang gue itu orangnya nggak gampang deket sama orang dan adaptasi di lingkungan baru jadi... yah, awkward sih. Sumpah, nggak heran deh sama atributnya yang 'super' karena emang udah tau ciri khasnya Smansa perihal atribut MOPD, hahah, tapi tugasnya, bro... mantap. Sebelumnya gue sempet browsing soal MOPD Smansa, dan MOPD itu tuh cuma ngegambarin sebagian kecil dari kerasnya Smansa. Jadi gue udah siapin diri dan bulatin tekad dari rumah, sekeras apapun tugas dan bentakan kakak Sentra yang bakal gue hadapi nanti.

Oh iya, ada beberapa panitia MOPD Smansa yang bernama Sentra dan Korlas. Jadi, kakak Sentra itu mereka-mereka yang mendidik dengan tegas dan galak sekali (tapi aslinya baik banget, gue sempet kaget lihat mereka saat memasang wajah sangar seorang Sentra dan ngebentak-bentak), sedangkan Korlas... ya baik dan sabar sekali, peri kelas kami. Setiap pagi kami mesti dateng jam 6, dan asal lu tau aja badan gue kebanting sama tas yang gue gendong karena itu tas yang berbentuk rumah GEDE BANGET tingginya hampir 1 m. Pagi-pagi aja udah banyak yang ngeliatin, gue jadi merasa femes strange... hahah, tapi ya tidak apa karena gue sudah meluruskan niat dan ikhlas. :') Lalu diadakanlah inspeksi pagi... di mana bentakan Sentra menyadarkan gue dari kantuk yang masih menyelimuti. Dicari kesalahan kami apa aja. Dan hari pertama tentu saja yang salah banyak banget. Yang telat juga banyak banget. Dan itu membuat kakak-kakak Sentra mempunyai semakin banyak alasan untuk menerkam.

Di sini kami dituntut untuk aktif, bersuara, mengungkapkan pikiran dan pendapat, alasan yang tepat di saat kami tidak melengkapkan tugas yang diberikan, dan kakak Sentra akan sangat menghargai usaha kami untuk melakukan itu. Gue berusaha untuk melontarkan argumen yang valid, walau harus menahan diri untuk nggak gemeteran sebelum angkat tangan, hahaha. Serius, kakak Sentra kalo udah marah serem, satu kelas nggak ada yang berkutik.

Bagi gue, yang bikin frustasi itu tugas untuk hari kedua, di mana tugas dan hafalan itu banyak banget sedangkan pulang aja udah sore. Gue sempet merasa nggak mampu menyelesaikan semuanya, dan badan seketika ngedrop gitu jadi ide untuk nggak masuk sekolah pun sempet terlintas di benak gue. Tapi kemudian gue pikir, tugas MOPD aja bikin pusing kayak gini, gimana nanti kalo udah masuk ke 'the real world'-nya? Tugas bakalan berkali-kali lipat lebih banyak, dan gue harus menuntaskan semuanya tanpa harus mengelak. Gue teringat betapa ruginya gue kalo sampe nggak masuk sehari aja, karena katanya MOPD ini bakalan jadi kenangan indah, so gue pun mencoba bangkit dan manage waktu sebaik yang gue bisa, walaupun selama MOPD gue cuma tidur 2-3 jam. Gue tahu gue harus mulai mengatur waktu dengan sebaik mungkin dari sekarang, menyusun skala prioritas, dan memanfaatkan setiap detik yang ada sehingga nantinya gue nggak keteteran. Gue tahu gue harus punya persiapan dan bekal untuk survive di Smansa.

Tadinya gue pikir MOPD itu nggak serius, tapi semakin hari gue merasa ini semua nggak main-main. Semua kakak Korlas kami diperintahkan untuk maju ke tengah lapangan dan dibentak habis-habisan sampai meneteskan air matanya untuk kami, dan akhirnya 'dicabut' tanpa hormat dengan alasan tidak bisa mendidik kami dengan kinerja terbaiknya. Akhirnya kakak-kakak Sentra menggantikan posisi mereka di kelas. Dan bahkan, saat kakak-kakak Sentra mengungkapkan kekecewaannya terhadap kami, ada yang sampai nangis juga... mungkin saking kecewanya. We felt guilty... di situ gue juga merasa kecewa sama semuanya... kecewa dan takut... takut angkatan ini nggak bisa jadi amanah dan penerus yang baik.

Kakak-kakak Sentra ngasih tau kalo mereka nggak ngasih tugas semata-mata tanpa esensi yang berarti. Tugas-tugas essay, hafalan ayat kitab suci yang banyak, kerja perkelas... itu semua ada esensinya. Dan yang paling ditekankan di sini adalah kebersamaan. Solidarity. Kami dituntut untuk kerja sama dan bersosialisasi, nggak cuma satu kelas, tapi satu angkatan. Contohnya lewat games angkatan, supaya kami bisa mengenal satu sama lain, supaya kami tahu bahwa kami berjuang bersama-sama. Lalu penerapan 5S (senyum, salam, sapa, sopan, santun) kepada semua civitas akademika Smansa, mulai dari para senior, guru-guru, karyawan, dan lain-lain, yang menunjukkan bahwa 5S itu penting banget untuk menjaga ukhuwah dan mempererat tali persaudaraan.

Di hari ketiga tepatnya di pengujung acara, kami dikumpulkan di lapangan, dengan para kakak Korlas di hadapan kami yang dibentak-bentak lagi seperti kemarin. Beberapa dari kami ikut meneteskan air mata menyaksikan kakak-kakak Korlas yang menangis, lalu semuanya diperintahkan untuk tutup mata sambil merangkul teman-teman di sebelahnya. Di situ kebersamaan bener-bener terasa hangatnya dan gue nggak kuasa menahan tangis, begitu pula dengan teman-teman di sebelah gue. Saat lagi kejer-kejernya nangis, tiba-tiba... WAAAH! Speechless banget, nggak tau mau ngomong apa, dan akhirnya gue malah makin kejer. ( -_-)

Terharu banget karena gue dan teman-teman berhasil dapet esensinya dan semoga saja, nilai-nilai positifnya bisa selalu kami terapkan. 4 hari kemarin (+ sehari saat demo ekskul dan apsi) menjadi hari-hari yang nggak akan gue lupakan.

Bismillaahirrahmaanirrahiim... SMANSA angkatan 38 dan SMAN 11 angkatan 1! SEMANGAT!





Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...