Friday, 30 March 2012

Are You Real?

Ini sebuah puisi yang dibuat oleh salah seorang perajut hari-hariku, Alya Latifah, sebagai kado di ulang tahunku yang ke-12. :'))

Di penghujung malam yang dingin,
sepucuk dahan menampar jendela
Menciptakan relung memori tanpa suara,
kisah nyata, hangat namun sepi, hanya berkata-kata di dalam hati


Tahukah kau, kawan?
Bahwa dulu aku pernah sendiri?
Hanya terbaring tanpa rasa,
merasa hampa, kelu, dan abstrak
Jika aku nyata, aku 'kan berharap ini cuma mimpi


Tapi aku memang ada, aku memang sendiri
Hingga kau buka jeruji-jeruji yang selama ini
memerangkapku dalam sunyi


Kini aku berharap kau yang nyata, 
berharap kau bukan hanya hologram,
atau hantu kecil jahil yang bisa kutembus tanpa arti


Aku berharap kau nyata,
sebagai sahabat yang selalu ada dan saling melengkapi

Ingatlah: Meskipun jarak yang jauh telah memisahkan kita, ditambah waktu untuk bertemu yang selalu gagal karena ditempa oleh kesibukan yang menderu... Kita tetap bersama kapanpun, dimanapun, dan bagaimanapun. ;)

Terima kasih untuk puisinya. Kata-kata indahmu begitu menyesap ke dalam hati.


"KEEP MOVING FORWARD! MAKE YOUR DREAMS COME TRUE! AND BE THE BEST IN OUR SCHOOL!"
"FIGHT, A.L!" (A.L untuk Atikah Larasati, A.L untuk Alya Latifah)


BIG HUG, MY ALYA-DENGAN-KEJENIUSAN-YANG-SULIT-UNTUK-DIKALAHKAN. :P

Sunday, 18 March 2012

Ketika Wanita Menangis


Ketika wanita menangis,
itu bukan berarti dia sedang mengeluarkan senjata terampuhnya,
melainkan justru berarti dia sedang mengeluarkan senjata terakhirnya.

Ketika wanita menangis,
itu bukan berarti dia tidak berusaha menahannya,
melainkan karena pertahanannya sudah tak mampu lagi membendung air matanya.

Ketika wanita menangis,
itu bukan karena dia ingin terlihat lemah,
melainkan karena dia sudah tidak sanggup berpura-pura kuat.


-Windhy Puspitadewi

Friday, 9 March 2012

Acomodador (Titik Menyerah)

Selalu ada kejadian dalam hidup kita yang menghalangi kemajuan kita, seperti suatu trauma, kelelahan yang sangat menyakitkan, kekecewaan dalam cinta, bahkan kemenangan yang tidak kita pahami, bisa membuat kita menjadi pengecut dan menghalangi kita bergerak maju. 

Sebagai bagian dari proses untuk menambah kekuatan tersembunyi kita, seseorang pertama-tama harus membebaskan dirinya dari titik menyerah itu, dan untuk melakukan itu dia harus meneliti seluruh hidupnya dan meneliti di mana titik itu terjadi.


-Paulo Coelho
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...