Ini sebuah puisi yang dibuat oleh salah seorang perajut hari-hariku, Alya Latifah, sebagai kado di ulang tahunku yang ke-12. :'))
Di penghujung malam yang dingin,
sepucuk dahan menampar jendela
Menciptakan relung memori tanpa suara,
kisah nyata, hangat namun sepi, hanya berkata-kata di dalam hati
Tahukah kau, kawan?
Bahwa dulu aku pernah sendiri?
Hanya terbaring tanpa rasa,
merasa hampa, kelu, dan abstrak
Jika aku nyata, aku 'kan berharap ini cuma mimpi
Tapi aku memang ada, aku memang sendiri
Hingga kau buka jeruji-jeruji yang selama ini
memerangkapku dalam sunyi
Kini aku berharap kau yang nyata,
berharap kau bukan hanya hologram,
atau hantu kecil jahil yang bisa kutembus tanpa arti
Aku berharap kau nyata,
sebagai sahabat yang selalu ada dan saling melengkapi
Ingatlah: Meskipun jarak yang jauh telah memisahkan kita, ditambah waktu untuk bertemu yang selalu gagal karena ditempa oleh kesibukan yang menderu... Kita tetap bersama kapanpun, dimanapun, dan bagaimanapun. ;)
Terima kasih untuk puisinya. Kata-kata indahmu begitu menyesap ke dalam hati.
"KEEP MOVING FORWARD! MAKE YOUR DREAMS COME TRUE! AND BE THE BEST IN OUR SCHOOL!"
"FIGHT, A.L!" (A.L untuk Atikah Larasati, A.L untuk Alya Latifah)
BIG HUG, MY ALYA-DENGAN-KEJENIUSAN-YANG-SULIT-UNTUK-DIKALAHKAN. :P
No comments:
Post a Comment