Wednesday, 11 June 2014

Anxiety, Impatience... & Hope

Writing is my escape.

Setiap kali gue dalam keadaan galau, resah, jenuh, cemas, bosan, sedih, and whatsoever: writing is my escape. Kayak sekarang, di mana gue lagi... gelisah. Jadi gue butuh wadah buat nuangin ini semua... nggak papa, kan, gue mencurahkan (mengalor-ngidul) sebentar?

Yap, sekarang tanggal 11 Juni. Itu tandanya 3 hari lagi menuju tanggal 14 Juni, hari di mana puncak kecemasan gue singgah. Dan penantian yang terjawab sudah.

Sebenernya sampe hari itu tiba, gue nggak mau mikirin soal NEM. Dipikirin atau nggak, toh, nggak akan mengubah apa yang udah terjadi, kan? Tapi selama sebulan nunggu NEM, gue selalu ada di bawah atmosfer kebosenan. Gue udah kayak pengangguran... di rumah mulu sampe berkerak, karena rutinitas gue singkatnya: makan, internetan (atau nonton film), tidur. Jadi mau nggak mau gue kepikiran.

Apakah gue sudah melakukan yang terbaik?

Apakah kerja keras dan doa gue sudah maksimal?

Apakah dengan semua, semua yang sudah gue kerahkan, gue bisa memperoleh hasil yang terbaik dan maksimal juga?

Ya, ya, gue emang over-thinker. Apalagi kalo malem sebelum tidur, gue over-thinking sampe gue aja nggak tau kenapa pikiran gue bisa berkelana sampe sejauh itu. Yang gue sebelin, kadang susah lepas dari negative thoughts dan menjadi pesimis. Iya, gue lebih sering mikirin yang negatif-negatif sih. Walaupun di satu sisi, itu bagus karena, we have to hope for the best, and prepare for the worst. Tebakan dan pikiran2 negatif nggak ngurangin harapan gue, tapi gue rasa itu melatih gue untuk siap kalau-kalau apa yang gue peroleh nggak sesuai sama ekspektasi. Lagipula, too much expectations lead to disappointment.

Gue pernah kepikiran sampe nangis. Takut sama hasilnya. Takut sama reaksi orang tua gue. Gimana kalo nanti gue bikin mereka sedih? Aduh, nggak kebayang. Gue sepengen itu bikin mereka bangga dengan prestasi yang gue capai. Sepengen itu. Kalo nanti gue berhasil meraih apa yang orang tua gue harapkan, pasti mereka bahagia banget (yeah, pemikiran ini juga bikin gue nangis karena... ya ampun kalo bisa terwujud, I can't imagine how happy I am). Dengan mengingat merekalah, gue jadi punya alasan untuk mempertahankan harapan gue, semuluk apapun itu.

Jadi... yah, gue penasaran, cemas, sekaligus takut sama hasilnya. Tapi kayaknya ketidaksabaran gue lebih besar, so... SATURDAY, CAN YOU COME FASTER?

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...