Wednesday, 14 November 2012

You Are Blessed

Beberapa hari yang lalu... Gue diserang kebosanan akut dan nggak bisa ngelak. Main HP, Twitteran, seperti biasa... bosen. Baca buku macam komik, novel... bosen juga. Saking bosennya, gue pun melakukan hal-hal yang nggak menjadi rutinitas gue. Facebook-an, misalnya. Iya, timeline Facebook yang crap-flooded pun gue scroll sampai ngantuk. Di deretan status-status yang mayoritas nggak penting, ada sebuah status yang (kelihatan nggak penting juga) menyanggah mata gue untuk tetap melek.

'Gw gak dibolehin nonton konser idola gw masa. Gimana kalo dia ke Indonesia cuma sekali? Orang tua gw sih gak pernah tau perasaan anaknya, gak pernah mau bikin gw puas!' - xxxxx on Facebook, via iPad


Ok, di Facebook kan ada aplikasi yang bisa update status Facebook melalui BB, iPad, iPhone, dan berbagai gadget lain without owning one. Jadi bisa aja si xxxxx ini menggunakan aplikasi itu padahal sebenernya dia nggak punya iPad. Tapi si dia ini emang iPad user, karena kebetulan dia temen bimbel gue dulu dan setiap masuk selalu nenteng iPad.

Semoga bukan gue satu-satunya orang yang pengen ngakak sehabis baca status itu. Lihat tulisan yang di-bold? Dia menghakimi orang tuanya 'nggak pernah mau' bikin anaknya puas. iPad yang mustahil dibeli dengan selembar uang merah nggak bisa bikin puas? Dia nggak tahu berapa jumlah butir keringat yang harus dikeluarkan orang tua demi memenuhi keinginannya tersebut.

Manusia emang nggak pernah puas seutuhnya.

Ada manusia yang meski nggak puas tapi menganggap apa yang dimilikinya sudah cukup. Ada juga yang selalu merasa kurang, seperti temen gue tadi. Sekalinya diberi, ingin lagi. Sekalinya dipenuhi, standar kepuasannya naik lagi. Tidak pernah menunduk, selalu menengadah. Tidak pernah sadar dirinya beruntung, jauh lebih beruntung dari mereka yang di bawah.

Mungkin harusnya Tuhan menyediakan waktu dimana si kaya dan si miskin dapat bertukar posisi. Supaya yang biasa tidur dengan beralaskan kain tipis bisa merasakan nyamannya kasur empuk, supaya yang biasa santai di kasur mahal bisa merasakan dinginnya lantai yang menusuk tulang. Supaya yang biasa berinteraksi dengan sapu jalanan bisa merasakan bagaimana serunya menari di atas touchscreen gadget mahal, begitu pula sebaliknya.


YOU ARE BLESSED. :)

Saturday, 22 September 2012

Time is timeless

Apa yang tidak pernah berhenti & tidak pernah bisa diberhentikan oleh manusia?

Waktu.

Kapan waktu berhenti? Kapan waktu membeku? Kapan waktu terpasung? Gak ada yang tahu.

Admit it, lu pernah--atau bahkan sering--berpikir bahwa waktu itu mengerikan karena berlalu begitu cepat. Mungkin lu aja yang selalu diam di tempat sehingga ditinggalkan waktu. Ragu-ragu untuk maju. Tertinggal di masa lalu. Memang, nggak ada masa lalu yang nggak pernah menjerat.

Tapi hari ini adalah hari ini. Sekarang adalah sekarang. Menjalani waktu itu seperti lagi mengemudi, harus fokus ke depan & jangan tengok-tengok ke belakang kalau nggak mau tertabrak.

Kalau lu ingin meminta maaf kepada seseorang, segeralah.

Kalau lu menunggu pesan dari seseorang yang tak kunjung datang karena lu merindukannya, kirimlah duluan. Kalahkan gengsi atau pikiran negatif yang berlebihan.


Kalau lu ingin bilang sayang atau cinta kepada seseorang, jangan tunggu waktu yang tepat. Waktu yang tepat tidak akan pernah datang sendiri. Diri lu sendiri yang menentukan kapan waktu yang tepat tersebut ada.

Makin diundur-undur sebuah niat maka makin pudar tekad untuk melakukannya. Kalau lu ingin melakukan sesuatu besok, dan besok, dan besok, bisa aja lu udah nggak berdiri lagi untuk menatap hari esok. Bisa aja 2 menit sesudah membaca kalimat ini lu udah nggak ada.

Seperti kata Benjamin Franklin: 'Lost time is never found again.'

Maka dari itu, waktu bukan tali; Jangan diulur-ulur.

Sunday, 22 July 2012

What Inspires Never Expires

Sudah 2 bulan berlalu setelah last post published. /bersihin lumut blog yang menempel dan berkerak/

Oke, welcome back, para pembaca! Akhirnya gue bisa nulis--atau lebih tepatnya ngetik--lagi di sini, hoho. Eniwei, kita sudah menginjak hari kedua di bulan Ramadhan nih--yang berarti 28 hari lagi lebaran (d:). Pada lancar kan puasanya? Lancar dong? Semoga puasa & ibadah kita selama bulan Ramadhan ini diterima oleh Yang Maha Kuasa ya. Amin.

Sekarang gue mau numpahin apa yang sedang menjadi topik di otak gue aja ya...

...soal inspirasi.

Kata KBBI, inspirasi itu: [n] ilham
Ilham itu berdefinisi: [n] (1) petunjuk Tuhan yg timbul di hati: ibu Nabi Musa mendapat -- supaya memasukkan anaknya ke dl peti dan menghanyutkannya ke Sungai Nil; (2) pikiran (angan-angan) yg timbul dr hati; bisikan hati; (3) sesuatu yg menggerakkan hati untuk mencipta (mengarang syair, lagu, dsb): di tempat pengasingannyalah ia mendapat -- untuk mencipta lagu-lagu perjuangan

Kata anonim: Inspirasi diibaratkan seperti korek api: Kalau tidak ada gas atau bensinnya, ya apinya akan langsung padam.
Kata anonim yang lain: Inspirasi sama seperti intuisi. Gerak hati.

Tiga contoh di atas gue ambil dari banyak pendapat yang dicetuskan oleh orang-orang. Kalo menurut gue pribadi sih, inspirasi atau ilham itu sudah tertanam di setiap manusia, kemudian diperkuat oleh adanya objek atau subjek (orang-orang penginspirasi) di luar sana. Hal yang mendorong kemauan diri kita untuk melahirkan sebuah karya & membuat karya tersebut berjiwa, juga nggak terikat oleh waktu karena what inspires never expires.
Soal penginspirasi... sampai detik ini gue telah menemukan banyak orang yang menginspirasi. Dalam beragam hal. Mereka yang lihai dalam mengolah inspirasi, yang kemudian ditempa ke bentuk karya dalam berbagai bidang, dan hasilnya kembali menginspirasi. Misalnya penulis.

Hmm, dari dulu gue pingin banget jadi penulis. Setiap ngelihat orang yang sukses jadi penulis itu kayaknya kagum banget. Gue coba buat bikin cerita pendek saat kelas 2 SD dan hasilnya cukup memuaskan--untuk ukuran anak kelas 2 SD. Gue kecanduan, dan pada akhirnya menulis menjadi hobi gue. Gue terus bikin cerpen, puisi, sampai project novel yang pada akhirnya berujung: Gak selesai karena males, atau bosen--punya ide baru, atau belum punya self-confidence yang cukup untuk ngirim ke penerbit.

Dulu, gue selalu berusaha untuk berkarya dengan mengikuti cara & ciri orang lain. Jadi diri sendiri itu susah, gue berpikir begitu. Gue selalu berusaha untuk membuat bagaimana supaya cerita gue se-menarik & se-menginspirasi karya penulis favorit gue. Sampai-sampai gue menyembunyikan cara gue sendiri dan membuat seolah-olah gue adalah bayangan dia. Self-imitation.

Tapi sekarang gue sadar, nggak perlu ngikutin orang lain untuk jadi menarik. Kalau kata Marva Collins, "Trust yourself, think for yourself, act for yourself, speak for yourself, be your self. Imitation is suicide."

Jadi, to become an inspiration doesn't need to follow what inspires, doesn't need to be a shadow of what inspires. Just be the best of yourself.

Best regards,

Atikah Larasati

Saturday, 21 April 2012

Vending Machines in Japan

Pengen bikin beberapa postingan tentang kebudayaan Jepang nih. Ide buat bikin puisi lagi nggak singgah di otak. Hehe, anyway, I never get bored of talking about Japan. :)

(postingan tentang Vending Machine di Jepang ini dikutip dari beberapa sumber, salah satunya: http://www.infogue.com/viewstory/2012/02/20/12_vending_machine_unik_di_jepang/?url=http://gadget.gopego.com/full/2012/02/12-vending-machine-unik-di-jepang. Ada yang kuedit dan kutambahkan :D)

Vending Machine atau 'mesin penjual otomatis' mungkin jarang ditemui di Indonesia. Namun vending machine ini banyak tersebar di Jepang.

Ini nih beberapa vending machine yang ada di Jepang:

1. Coca-Cola Giant Robot Vending Machine
Menemukan minuman bersoda ini dalam vending machine tentunya tidak sulit. Di Indonesia pun ada. Tapi di Jepang, kita bisa melihat robot vending machine raksasa yang menjual minuman tersebut.



2. Egg Vending Machine
Masing-masing kompartemen kecil ini berisi sekantong telur, sekitar 10 atau 12 butir. Telur-telur ini berasal dari sebuah peternakan di dekatnya, dan petani mengisi mesin setiap hari dengan telur baru.



3. Smart Car Vending Machine
Menekan tombol di vendor ini memang tidak akan memunculkan sebuah mobil, melainkan sebuah tabung bermerek yang berisi pamflet model baru, informasi dealer, dan selembar stiker Smart Car.



4. Ice Vending Machine
Di Jepang, hampir semua barang dijual melalui vending machine, termasuk mesin yang menjual es ini. Biasanya yang membeli pasti ibu-ibu rumah tangga yang males. Es batu aja beli. :p



5. Umbrella Vending Machine
Jika hujan turun dan tidak membawa payung, cukup mencari vending machine ini di Tokyo.



6. Instant Noodle Vending Machine
Mie instan Nissin ini dijual melalui vending machine di Tokyo, cocok sebagai pengganjal perut saat darurat.




7. Flower Vending Machine
Biasanya di stasiun Shijuku, Tokyo ini nih para cowok membelikan bunga untuk ceweknya.


8. Necktie Vending Machine
Menghadiri pertemuan penting tapi lupa tidak mengenakan dasi? Jangan khawatir, ada vending machine yang menjual dasi.



9. Sneaker Vending Machine
Crafty sneaker vending machine ini diciptakan oleh sebuah brand sport fashion Jepang, Onitsuka Tiger.


10. Vegetables Vending Machine
Setelah telur, Anda juga bisa menemukan vending machine yang menjual sayuran segar di Tokyo. 



11. Serangga

Di musim panas, biasanya anak-anak Jepang suka ngumpulin serangga.

12. Lobster Vending Machine

Kita bisa menemukan lobster  hidup yang dijual di vending machine. Sub Marine Catcher ini memungkinkan gamer di Jepang untuk mencoba menangkap lobster hidup.


Masih banyak vending machine yang unik-unik di Jepang! Mungkin budaya kita, orang Indonesia, nggak cocok sama sistem vending machine yang diterapkan di Jepang ini. Kantin kejujuran yang dibuka di beberapa sekolah aja bangkrut, apalagi vending machine. Bisa-bisa langsung rusak oleh tangan-tangan yang nggak bertanggung jawab. :)


Thursday, 5 April 2012

Aku ingin bebas

Aku berdiri mematung di hadapan laut dan langit

Lalu aku berteriak
Menuntut langit menurunkan air matanya
Untuk menyamarkan air mataku

Aku kembali berteriak
Melawan deru arus laut
Untuk melumatkan sesak di rongga dada

Udara dingin menusuk-nusuk,
menyelundup ke tenggorokan,
membekukan paru-paru,
dan mengayom setiap hembusan nafasku,
yang lelah akan hidup penuh liku.

Aku segera memasung waktu
Membuatnya diam dan tidak berdenting sejenak
Aku mengikat kenyataan
Membiarkannya meronta-ronta kesakitan

Aku kembali berteriak
Berharap Tuhan bisa mendengar

Tuhan,
aku hanya ingin bebas
dari realita hidup yang begitu kejam
Sebentar saja

Kamar Tercinta, 5 April 2012


Wednesday, 4 April 2012

Japan is...

...the most amazing country.


Buenos Aires, primavera by miho’s dad on Flickr.

Why?

Aku sangat mengagumi Jepang. Mulai dari kebudayaannya, teknologinya yang super canggih, makanannya, keindahan panorama alamnya, sifat-sifat, kecerdasan, serta kegigihan yang dimiliki oleh penduduk disana, musik-musiknya, manga, dan masih banyak lagi.

Aku menjadi penggemar setia Jepang sejak kelas 6 SD. Telingaku selalu tergerak untuk memasang pendengaran dengan lebih jelas ketika ada yang membicarakan soal Jepang. Aku suka mengoleksi hal-hal yang berbau Jepang, seperti foto-foto panorama alam indahnya yang selalu mampu membuat mataku berbinar-binar kagum. Terlebih lagi, aku (sangat) gemar membaca komik (terutama Detektif Conan!) dan menonton anime. Dari anime yang kutontonlah, aku menemukan banyak lagu yang pas dan nyaman ketika didengarkan.



DSC_6597 by crimsonwoods_flickr on Flickr.
(Sakura/Cherry Blossoms, one of Japan's symbols :))

Aku juga menekuni bahasa Jepang. Dengan dua kamus bahasa Jepang serta beberapa website berisi pembelajaran tentang Jepang, aku cukup bisa & mengerti tentang bahasa Jepang. :)

Oh iya, aku paling suka Tokyo, kota metropolis di Jepang yang sangat menakjubkan.

(Shinjuku at night, Tokyo, Japan)

(Tokyo Tower)

(crowd in front of the QFront building. Cre: Syanne Susita)


(cre: Syanne Susita)

Lihatlah, suasana kota Tokyo yang diramaikan oleh para pejalan kaki & pekerja keras yang berlalu-lalang mengejar waktu. Mereka berprinsip "Time is money". Itulah kunci keberhasilan warga Jepang. Wah, Indonesia harus belajar banyak dari salah satu negara maju di Asia ini.

Berlanjut ke Shibuya. Shibuya dikenal sebagai daerah trendi di kalangan remaja Tokyo. Barang yang dijual di daerah ini pun kebanyakan untuk konsumsi anak muda seperti peralatan elektronik, CD dan DVD. Model baju dan desain aksesoris yang dijual di toko ataupun mal di situ pun menunjukan selera untuk anak muda.

Harganya cukup terjangkau untuk model baju yang cukup unik dan tidak mungkin dijual di Indonesia. Tempat yang wajib dimasuki adalah Shibuya 109 (Shibuya ichi maru kyu). Di gedung sepuluh lantai terdapat ratusan butik kecil.



(cre: Syanne Susita)

Daerah yang juga wajib dijelajahi saat mampir di Shibuya adalah Center-gai. Gang kecil ini tidaklah terlalu panjang, hanya sekitar 36 meter tetapi di sepanjang jalan inilah berjejeran restoran, toko ramen, bar, butik, arkade permainan dan berbagai macam toko. Jalan ini merupakan daerah tersibuk di Shibuya.


(Patung Hachiko yang 'menunggu' tuannya. Cre: Syanne Susita)

Sekarang mengenai Anime & Manga!

Anime (アニメ) (baca: a-ni-me, bukan a-nim) adalah animasi khas Jepang, yang biasanya dicirikan melalui gambar-gambar berwarna-warni yang menampilkan tokoh-tokoh dalam berbagai macam lokasi dan cerita, yang ditujukan pada beragam jenis penonton. Anime dipengaruhi gaya gambar manga, komik khas Jepang. 


Kata anime tampil dalam bentuk tulisan dalam tiga karakter katakana a, ni, me (アニメ) yang merupakan bahasa serapan dari bahasa Inggris "Animation" dan diucapkan sebagai "Anime-shon". 



Anime pertama yang mencapai kepopuleran yang luas Astro Boy karya Ozamu Tezuka pada tahun 1963. Pembuat anime itu sendiri disebut animator. Para animator itu bekerja disebuah perusahaan media untuk memproduksi sebuah anime. Di dalam perusahaan itu, terdapat beberapa animator yang saling bekerja sama untuk menghasilkan sebuah anime yang berkualitas. Para animator itu sendiri sering disebut Seniman Bayangan. Karena mereka bekerja seperti seorang seniman yang berusaha mengedepankan unsur cerita dan unsur intrinsiknya. 



Manga (漫画) (baca: man-ga, atau ma-ng-ga) merupakan kata komik dalam bahasa Jepang; di luar Jepang, kata tersebut digunakan khusus untuk membicarakan tentang komik Jepang. Mangaka (漫画家) (baca: man-ga-ka, atau ma-ng-ga-ka) adalah orang yang menggambar manga. Rata-rata mangaka di Jepang menggunakan gaya/style sederhana dalam menggambar manga. Tetapi, gambar latar belakangnya hampir semua manga digambar serealistis mungkin. Para mangaka menggambar sederhana khususnya pada bagian muka, dengan ciri khas mata besar, mulut kecil dan hidung sejumput. Namun demikian beberapa mangaka menggunakan style yang realistis, walaupun dalam beberapa elemen masih bisa dikategorikan manga.



(cre: Wikipedia)


Aku telah membaca banyak komik, tapi aku merupakan penggemar dari komik Detektif Conan, Naruto, dan Hai! Miiko (klik namanya untuk mengetahui info tentang komik tersebut). Aku mengoleksi setiap volume dari ketiga komik tadi dan tidak pernah bosan untuk membacanya. :D
Dari mangaka-mangaka hebat yang kuketahui, aku paling kagum dengan Aoyama Gosho, mangaka Detective Conan! Manga karangannya terlihat hidup, sangat spesifik, dan keren! Aku sangat ingin bertemu dengannya.

(foto-foto di postingan ini diambil dari Google & beberapa sumber lainnya).

Kau tahu? Aku sangat-sangat-sangat ingin mengunjungi Jepang, berkelana mengelilingi tempat-tempat yang menakjubkan, menemui hal-hal yang sudah lama ingin kutemui. Aku... Yah, mungkin ini terlalu berharap, tapi... Aku sangat berantusias untuk mendapatkan beasiswa ke Jepang. Selama aku masih bisa, aku akan terus berusaha untuk mencapai mimpi-mimpi indah yang telah kurangkai dan tak akan kubiarkan berserakan. I'll never give up.

Aku berharap, aku bisa menginjakkan kaki di Jepang dan menuliskan pengalamanku disini, berbagi kisah dengan kalian. Aku berharap, sangat.

I'll be there, Japan!

:)

Friday, 30 March 2012

Are You Real?

Ini sebuah puisi yang dibuat oleh salah seorang perajut hari-hariku, Alya Latifah, sebagai kado di ulang tahunku yang ke-12. :'))

Di penghujung malam yang dingin,
sepucuk dahan menampar jendela
Menciptakan relung memori tanpa suara,
kisah nyata, hangat namun sepi, hanya berkata-kata di dalam hati


Tahukah kau, kawan?
Bahwa dulu aku pernah sendiri?
Hanya terbaring tanpa rasa,
merasa hampa, kelu, dan abstrak
Jika aku nyata, aku 'kan berharap ini cuma mimpi


Tapi aku memang ada, aku memang sendiri
Hingga kau buka jeruji-jeruji yang selama ini
memerangkapku dalam sunyi


Kini aku berharap kau yang nyata, 
berharap kau bukan hanya hologram,
atau hantu kecil jahil yang bisa kutembus tanpa arti


Aku berharap kau nyata,
sebagai sahabat yang selalu ada dan saling melengkapi

Ingatlah: Meskipun jarak yang jauh telah memisahkan kita, ditambah waktu untuk bertemu yang selalu gagal karena ditempa oleh kesibukan yang menderu... Kita tetap bersama kapanpun, dimanapun, dan bagaimanapun. ;)

Terima kasih untuk puisinya. Kata-kata indahmu begitu menyesap ke dalam hati.


"KEEP MOVING FORWARD! MAKE YOUR DREAMS COME TRUE! AND BE THE BEST IN OUR SCHOOL!"
"FIGHT, A.L!" (A.L untuk Atikah Larasati, A.L untuk Alya Latifah)


BIG HUG, MY ALYA-DENGAN-KEJENIUSAN-YANG-SULIT-UNTUK-DIKALAHKAN. :P

Sunday, 18 March 2012

Ketika Wanita Menangis


Ketika wanita menangis,
itu bukan berarti dia sedang mengeluarkan senjata terampuhnya,
melainkan justru berarti dia sedang mengeluarkan senjata terakhirnya.

Ketika wanita menangis,
itu bukan berarti dia tidak berusaha menahannya,
melainkan karena pertahanannya sudah tak mampu lagi membendung air matanya.

Ketika wanita menangis,
itu bukan karena dia ingin terlihat lemah,
melainkan karena dia sudah tidak sanggup berpura-pura kuat.


-Windhy Puspitadewi

Friday, 9 March 2012

Acomodador (Titik Menyerah)

Selalu ada kejadian dalam hidup kita yang menghalangi kemajuan kita, seperti suatu trauma, kelelahan yang sangat menyakitkan, kekecewaan dalam cinta, bahkan kemenangan yang tidak kita pahami, bisa membuat kita menjadi pengecut dan menghalangi kita bergerak maju. 

Sebagai bagian dari proses untuk menambah kekuatan tersembunyi kita, seseorang pertama-tama harus membebaskan dirinya dari titik menyerah itu, dan untuk melakukan itu dia harus meneliti seluruh hidupnya dan meneliti di mana titik itu terjadi.


-Paulo Coelho
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...