Wednesday, 19 March 2014

TRY, TRY, TRY

Di saat-saat yang gue punya, entah aktivitas apa yang sedang gue lakukan, gue selalu bermain dengan pikiran gue. Memang, nggak gampang untuk menjadikan dunia yang ada di depan mata dengan dunia di dalam kepala balance (makanya kadang kalo diajak ngobrol gue suka tulalit). Nah, seperti sekarang. Gue ngetik ini di saat gue lagi struggling buat menghadapi Uprak. Parah banget ya gue ngeduain... hehehe nggak deng gue mah setia. Susah banget untuk nggak menuangkan pemikiran gue ke dalam tulisan, apalagi pas lagi kritis-kritisnya. Isi di dalam kepala gue menuntut untuk dituangkan, hanya saja kadang waktu sama keadaan nggak bisa diajak kompromi.

Gue bersyukur ada hal-hal kecil yang biasanya nggak guna tapi somehow useful buat gue, ngasih impact yang lumayan besar. Apa, Tik, contohnya? Hmm, lo inget nggak sebundel kertas promosi [?] yang dikasih sama bimbel-bimbel? Yang biasa dibagiin cuma-cuma pas bagi rapot? Nah, biasanya kan suka ada foto + keterangan siswa-siswa yang bimbel di situ dan berhasil mencetak prestasi tuh. Gue sering deh liatin info siswa itu berulang kali haha I don’t even know kenapa gue jadi kayak ‘kesetrum’ gitu. Kagum, iri, sekaligus terpacu melihat mereka yang berhasil meraih prestasi yang membanggakan.

Nggak cuma dari situ, gue juga iseng-iseng browsing. Beberapa orang yang bikin gue nganga misalnya Ni Putu Tamara Bidari, salah satu peraih nilai UN SMP tertinggi se-Indonesia tahun 2012. Terus Ni Kadek Vani, tahun 2013-nya. Dua-duanya berasal dari daerah yang sama, yaitu Denpasar, Bali. And they made me think, ini kenapa orang Bali jenius-jenius ya? Apa orang sini yang bego? Haduh, bayangin aja, keempat pelajaran yang di-UN-kan nilainya sempurna. NEM-nya 40. 40 gitu loh. It’s kinda… perfect. Nggak kebayang senengnya gimana manggul julukan “Si Anak Pintar dengan NEM SMP Tertinggi se-Indonesia”.

Dan itu membuat saya tercenung sembari berpikir lagi…

Apakah saya bisa?

Gue menganut konsep “Nggak ada yang nggak bisa selama kita mau berusaha”. Kita dan mereka sama-sama makan nasi kok, kenapa kita nggak bisa? Oke, it sounds cliche, tapi kata-kata itu powerful dan bikin gue kesetrum. Bunda gue acapkali ngomong di rumah, “Barang kelihatan tuh nggak ada yang nggak bisa, kak. Semua bisa kalo ada usaha.” Well, yes. There’s no elevator to success, we have to take the stairs. “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka.” (QS 13:11) Jujur saja, sampai saat ini gue merasa gue masih belum cukup maksimal dalam usaha untuk mencapai apa yang gue inginkan. Gue belum bener-bener lepas dari kemalasan yang terus mendera. KEMALASAN. PROBLEM UTAMA PELAJAR INDONESIA. Masih kurang rajin, belajar aja masih depends on mood padahal udah mau UN (catat: malas adalah musuh terbesar kita). Kadang-kadang kalo kesadaran lagi on, rajinnya langsung memuncak. Tapi kembali lagi ke diri kita, kita nggak bisa nunggu kesadaran datang baru belajar yang rajin, iya kan? (ngomong ke diri sendiri) Rasa malas itu kayak syaiton, nggak pernah lengah kalau ada celah. Semua pilihan ada di kita, apa kita masih mau ngasih celah buat mereka masuk dan ngendaliin kita terus menerus?

Beberapa minggu yang lalu, gue dan beberapa teman ngasih motivasi ke anak-anak kelas 6B SD Tugu Ibu, yang diajar sama guru waktu gue kelas 6 dulu. Beliau nyuruh kita ngasih motivasi ke mereka supaya bisa masuk ke SMP yang mereka cita-citakan (banyak yang minat SMP 3 lho yeay). Apa yang gue katakan ke mereka sebenarnya adalah kata-kata yang sering gue ucapkan ke diri gue sendiri. Salah satu ucapan yang gue inget: “Ketika kalian lagi malas belajar, selalu inget tujuan kalian buat belajar itu apa. Kalian harus selalu mikir, ‘wah, kalau aku bisa juara 1, betapa bangganya orang tua aku’, ‘wah, kalau aku bisa dapet nilai bagus, pasti orang-orang akan senang’. Insya Allah kalian akan semakin terpacu.” Yeah, when you feel like giving up, always remember why you started. Selalu inget apa tujuan lo ketika lo berbuat sesuatu. Selalu selalu teriakkan ini ke diri sendiri, “If I try more harder, I can reach it.” Gue majang beberapa kalimat motivasi di meja belajar supaya kalau gue lagi malas, gue bisa kembali semangat begitu baca kalimat-kalimat itu.

Dan selalu berhasil. They knock me on my ass, like… “GET UP, TIK! GET UP!”

Jadi apa kuncinya supaya nggak malas?

DISIPLIN.

DISIPLIN.

DISIPLIN WOOOYY!!!!!!!! (teriakin ke diri sendiri)

Berlatih untuk jadi orang yang disiplin. Disiplin waktu, disiplin belajar, disiplin ibadah, disiplin dalam bersikap. Pokoknya kalo udah disiplin, insya Allah semua bisa di-handle dan dicapai. Salah satunya; menjauhi kemalasan.

So, mereka yang berhasil dapetin NEM UN sempurna pasti udah berusaha sebaik mungkin sehingga mereka bisa mengecap manisnya buah dari usaha yang telah dilakukan. Sama halnya kayak pemenang olimpiade/lomba bidang tertentu. Coba tengok para peraih medali emas OSN… [AAA, PENGEN BANGET (T___T)]. Lihat senyum yang menghiasi wajah mereka pas ngegendong piala + dikalungin medali dan kebahagiaan sebesar apa yang mereka rasakan. Lalu yang berhasil bawa nama baik Indonesia ke luar negeri… dan pulang dengan membawa medali emas perak perunggu! Salah satunya yang gue inget itu Sonny Lazuardi, peraih medali emas 17th International Conference of Young Scientist 2010. HA KURANG JENIUS APA.

Apa gue… bisa? Ya ampun, dari dulu gue pengen banget bisa mengharumkan nama Indonesia di mata dunia, dan gue yakin I’M NOT THE ONLY ONE, IYA KAN. Jangan takut bermimpi, jangan minder karena merasa mimpi-mimpi itu too high dan kelihatan unreachable, AND THE MOST IMPORTANT THIIINGGG... JANGAN PESIMIS DAN SELALU BERUSAHA. Nggak ada yang nggak bisa selama kita mau berusaha. Ingat itu. INGAAAT.

Jadi…

APAKAH SAYA BISA?
APAKAH KITA BISA?
THERE’S NO SUCH WORD AS CAN’T.


NB: Doakan ya, sebentar lagi gue dan teman-teman mau menghadapi UN 2014. Doakan semoga kami bisa mengerjakan soal dengan baik dan tanpa halangan. Semoga seluruh siswa/i SMP kelas 9 se-Indonesia lulus dengan NEM memuaskan dan masuk ke sekolah yang diinginkan ya, AMIIIIIIN :)

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...