Tuesday, 24 February 2015

A Letter to Myself 10 Years Ago


Hello.

You might not be able to read this, nor understand what I’ve been written here. You’d be frowned, staring at this for a while, then you were doing the exact thing that most of the children would do when they got a paper; you crumpled it

--which I’m grateful of, that you didn’t torn it into pieces. A bit of appreciation. I know that doesn’t make any sense—knowing that you’re just a child, but let me be happy to keep that assumption on mind.

Because this isn’t just a paper.

This is a letter from yourself. To make it clear: your future-self.

I arrange these words, in order to tell you how does it feel like to be growing up; what you’re going to face in 10 years. It doesn’t matter if you haven’t been able to read yet, I just want to tell you everything.

Surat ini ditulis olehku; olehmu 10 tahun mendatang. Aku, dirimu yang telah tumbuh. Aku, dirimu yang telah melewati beberapa masa perubahan. Aku, dirimu yang telah mengecap sebagian dari pahit dan manisnya kehidupan.

Growing up sucks, if I can say.

Kamu akan selalu mengambil satu langkah ke depan. Kamu akan semakin jauh dari tempat di mana kamu menginjakkan kaki untuk pertama kalinya. Dan seiring dengan langkahmu, akan banyak hal mengejutkan yang datang. Angin kencang yang menerpa dari segala sisi di saat kamu terlalu ringkih untuk tidak tergoyahkan, serta badai yang menerjang di saat kamu tidak punya persiapan.

Seiring dengan langkahmu, kamu akan tiba di titik jenuh kehidupan. Kamu akan tiba di titik di mana kamu tidak memiliki pilihan selain berusaha keras untuk bertahan; karena jika tidak, kamu akan terjatuh. Kamu akan memasuki masa kelam, di mana cahayamu mulai meredup, dan perlahan-lahan memudar.

But don’t worry. Kamu memiliki banyak orang di sekelilingmu. You won’t be able to see them for quite a long time, but I want you to know that they are there. Mereka menyayangimu sebagaimana kamu menyayangi mereka. Mereka memberikan segenap kekuatan yang menopangmu agar tidak terjatuh, dorongan untuk kamu agar terus berjalan. Mereka memberikan cahaya yang sempat pudar, sehingga kamu dapat kembali melihat terangnya kehidupan yang kamu punya. So when you have to face it, convince yourself that you’re strong, don’t ever tell yourself otherwise. Believe me, you’re strong enough to get through that time.

Kemudian langkahmu akan terhenti sejenak di tempat-tempat di mana kebahagiaanlah satu-satunya hal yang kamu pikirkan saat itu. You’ll be amazed due to how happy you are. Kamu akan tiba di tempat-tempat di mana kamu tidak bisa menahan tangis; karena kamu tidak tahu lagi cara lain untuk mengungkapkan betapa bahagianya kamu. Kamu akan tiba di tempat-tempat yang tidak bisa kamu lupakan seumur hidupmu, karena di sana, saat-saat yang kamu miliki begitu berharga.

Kamu punya banyak mimpi; kamu selalu punya. Kamu ingin menjadi seorang dokter dan penulis. Kamu akan jenuh, kamu akan malas, kamu akan terus mempertimbangkan cita-citamu, tujuanmu, apa yang sebenarnya ingin kamu kejar. Kuberitahu padamu bahwa setelah beberapa tahun yang nantinya akan kamu lewati, hal itu tidak pernah berubah. Kamu selalu ingin menjadi dokter dan penulis. And you don’t know how to give up.

Hal yang membuat hatimu terluka adalah saat kamu kehilangan krayonmu, kan? Atau saat seseorang berani berurusan dengan mainanmu. Atau saat kamu tidak diizinkan membeli ciki dan permen. Atau saat kamu sakit gigi.

Namun tawamu selalu berkhasiat. Tawamu membuat kesedihanmu hilang dalam sekejap. Tawamu selalu mampu meredam sakit itu, sehingga kamu jarang sakit hati. Kamu tidak mengenal cinta, atau apapun yang mampu mengusik hatimu, karena kamu senang. Kamu selalu senang. It’s always easy to find your happiness, even in small things, isn’t it? That innocence you have, leaves you free to enjoy every second of your life. Kamu begitu menikmati masa-masa kecilmu, masa-masa di mana kamu bisa tertawa lepas tanpa beban di punggungmu. Kamu tidak memiliki masalah, kamu menjalani kehidupan sebagaimana kamu harus menjalankannya. You don’t care about everything, because you’re just that happy.

In the end I just want to thank you for making my childhood. Stay happy, even when it’s getting hard to find happiness.

Aku,

dirimu yang merindukanmu

 

4 comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...